Jumat, 10 Oktober 2014

#Pinternet Hal-Hal yang berkaitan dengan Koneksi Internet



A)            Perangkat-Perangkat Keras dan lunak untuk instalasi koneksi

·       Perangkat Keras

Perangkat keras (hardware) merupakan perangkat elektronik yang membentuk sebuah komputer secara nyata. Pada prinsipnya, untuk dapat mengakses internet, perangkat keras yang dibutuhkan antara lain komputer, modem, atau perangkat penghubung komputer dengan jaringan yang terhubung dengan internet.

1. Komputer

Komputer merupakan perangkat yang paling utama untuk dapat mengakses internet. Kemampuan atau spesifikasi komputer yang diperlukan meliputi kemampuan processor, memori, serta monitor.

·        Processor




Processor disebut juga dengan otak dari komputer karena oleh processor, data yang masuk ke dalam komputer akan diproses sehingga menghasilkan keluaran yang dapat diterima oleh pemakai, baik berupa audio, visual, atau audio visual. Sebuah processor sangat penting bagi sebuah komputer karena kemampuan processor akan memengaruhi kemampuan komputer dalam memproses data, yang pada akhirnya akan memengaruhi kinerja komputer secara keseluruhan.
Untuk mengakses internet, diperlukan processor dengan kemampuan minimal 60 MHz atau setara dengan kemampuan processor pentium I.



·         Memori



Memori yang digunakan dalam komputer biasa disebut RAM (Random Access Memory). RAM dapat membaca/menyimpan/menulis data atau program. RAM yang bisa digunakan untuk mengakses internet adalah minimal 16 MB.


·         Monitor


Monitor merupakan perangkat keluaran yang menampilakan perintah/data yang dimasukkan. Oleh karena itu informasi yang diproses oleh komputer dapat dilihat lewat komputer. Saat ini banyak macamnya monitor yang digunakan dari monitor yang masih menggunakan tabung sampai yang berbentuk LCD.

·         Harddisk



Harddisk dalam sebuah komputer memiliki fungsi menyimpan data. Data yang tersimpan dalam harddisk antara lain sistem operasi, program, dan data-data yang diperlukan untuk mengakses internet. Untuk mengakses internet diperlukan kapasitas harddisk minimal 3,2 GB.




2. Modem

Modem merupakan singkatan dari modulator demodulator. Fungsi utama dari modem adalah menghantarkan dan menerima data dari sebuah PC ke sebuah PC yang lain melalui jaringan telepon. Modulasi demodulasi dapat diartikan sebagai denyut elektronis dari komputer menjadi suara sehingga dapat dihantarkan melalui jaringan telepon.
            Prinsip kerja modem dalam mengubah sinyal adalah sebagai
            berikut:
 a. Sinyal dikirimkan melalui jaringan telepon
  b. Modem akan menerima sinyal tadi untuk kemudian diubah   
      menjadi denyut elektronis.
  c. Sinyal yang telah diubah menjadi denyut elektronis kemudian           dikirmkan ke komputer untuk diproses dalam processor.
  d. Komputer akan menerjemahkan denyut elektronis yang masuk                 untuk kemudian dikeluarkan dalam bentuk audio maupun visual.

Dalam akses internet, kecepatan modem sangat memengaruhi kecepatan akses internet. Kecepatan modem yang disyaratkan untuk dapat mengakses internet adalah 28,8 kbps. Karena peran modem yang sangat penting, maka yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan modem antara lain sebagai berikut:

a. Jenis modem

Berdasarkan letak dan sambungan dengan komputer, modem dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

~ Modem eksternal
Berdasarkan namanya, modem eksternal memiliki ciri-ciri yaitu letaknya yang berada di luar komputer, sehingga modem ini berdiri sendiri untuk kemudian disambungkan dengan CPU. Kelebihan dari modem ini adalah cenderung kompatibel dengan hampir semua jenis komputer sehingga mudah dalam pemasangan dan dapat dipakai di hampir semua jenis komputer. Kekurangan modem eksternal adalah karena letaknya yang berada di luar CPU sehingga modem eksternal ini cenderung memakan tempat karena untuk meletakkannya diperlukan tempat tersendiri, di samping itu harganya relatif mahal.


~ Modem internal
Modem internal adalah jenis modem yang dipasang pada bagian dalam CPU misalnya pada slot PCI (atau pada motherboard tertentu sudah dilengkapi modem dan pabriknya). Karena letaknya di dalam CPU, modem ini tidak memerlukan tempat tersendiri. Kekurangan dari modem internal adalah sifatnya yang tidak kompatibel dengan semua jenis komputer sehingga jenis modem ini tidak dapat digunakan untuk semua jenis komputer.



b. Kecepatan modem
Kecepatan modem adalah kemampuan atau kecepatan modem untuk mengubah sinyal menjadi denyut elektronis untuk kemudian diproses dalam komputer. Dengan kemampuan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan modem maka, proses penerjemahan sinyal menjadi denyut elektronis akan semakin cepat. Untuk pemilihan modem berkaitan dengan kecepatan adalah pemilihan modem dengan kecepatan yang memenuhi syarat minimal. Makin tinggi kecepatan modem akan semakin baik, tentu saja dengan konsenkuensi harga yang semakin tinggi.

c. Kompresi
Kompresi adalah kemampuan modem untuk mengompres atau memadatkan data yang dikirm melalui telepon. Suatu proses kompresi akan mengakibatkan kapasitas data menjadi kecil sehingga diharapkan data akan semakin cepat diterjemahkan menjadi denyut elektronis yang pada akhirnya dapat lebih cepat ditransfer ke dalam komputer.

d. Error correction
Saluran telepon termasuk saluran yang sangat sensitif, karena data yang dikirimkan melalui jaringan telepon mudah mendapatkan gangguan. Sebuah modem yang dilengkapi dengan kemampuan error correction dapat mendeteksi dan mengoreksi error yang ditimbulkan sebagai akibat pengiriman melalui jaringan telepon tersebut.


3. Perangkat Penghubung dan Jenis Pelayanan Koneksi Internet

Untuk menghubungkan komputer dengan jaringan internet, diperlukan perangkat penghubung PC dengan jaringan yang ada. Perangkat penghubung yang dibutuhkan berkaitan dengan menghubungkan komputer dengan internet, diantaranya:

v Dial Up
o   Akses internet melalui kabel telepon secara langsung biasa disebut dengan dial up. Prinsip dari dial up adalah jenis komunikasi yang menggunakan modem dan saluran telepon biasa untuk dapat berhubungan dengan komputer atau provider internet yang memanfaatkan saluran internet sebagai saluran utamanya. Kelebihan menggunakan telepon kabel adalah jaringan yang luas dan tidak terganggu dengan keadaan cuaca.




v Mobile Acces
o    Mobile acces merupakan layanan akses internet yang dapat digunakan dengan mudah dan praktis melalui telepon selular. Layanan telepon selular ini ada yang berbasis GSM dan CDMA. GPRS merupakan sistem transmisi berbasis paket untuk GSMyang menggunakan prinsip ‘tunneling’. GPRS adalah perangkat pemancar yang menggunakan gelombang radio. Untuk mengakses internet dengan GPRS diperlukan perangkat pemancar gelombang radio serta penerima gelombang radio, diantaranya adalah telepon selular yang dilengkapi dengan fasilitas GPRS.


v Hotspot / Wireless
o    Kartu WiFi pada prinsipnya hampir sama dengan kartu ponsel. Fungsi kartu ini adalah menghubungkan sebuah PDA atau notebook dengan jaringan khusus WiFi. Gelombang WiFi memiliki frekuensi yang tinggi (2,4 GHz). Dengan menggunakan WiFi, kita akan dapat mengakses internet, dengan catatan kita berada dalam area yang memiliki sinyal WiFi.


v Leased Line
o   Jaringan dedicated atau leased line adalah media komunikasi yang secara kontinu digunakan untuk menghubungkan titik-ttik yang ingin berkomunikasi. Media komunikasi ini ditujukan untuk bekerja tanpa henti, tanpa dibagi oleh siapa pun. Koneksi merupakan media koneksi dengan kecepatan tinggi, dan tingkat reliabilitas tinggi baik dalam menghantarkan suatu data. Bandwith biasanya 64 Kbps hingga Mbps. Media kabel yang digunakan adalah kabel tembaga dengan synchoronous serial atau sering disebut sistem komunikasi DSL.


·       Perangkat Lunak

Perangkat keras komputer akan bisa berfungsi jika terdapat perangkat lunak (software). Karena disebut juga sebagai perangkat lunak, maka sifatnya pun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh secara langsung manusia, maka software atau Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda namun  bisa untuk dioperasikan.Beberapa software yang digunakan untuk bisa mengakses internet adalah:




1. Sistem Operasi.
Sistem operasi yang biasanya digunakan adalah Windows, NT, IBM OS2, LINUX/UNIX

2. Browser
Browser merupakan suatu program yang digunakan untuk mengakses internet. Ada beberapa browser yan bisa digunakan seperti: Internet Explorer, Netscape Navigator, Eudora, Internet Phone, Opera, Mozila Firefox dll.
3. Utility
 yaitu FTP untuk mentranfer data dalam pembuatan website, Telnet, Finger, MIRC dll.
4. Anti Virus.
 Apabila komputer kita tidak dilengkapi dengan anti virus, maka kemungkinan besar data-data yang ada di komputer akan hilang bahka sistem komputer kita akan lumpuh. Anti virus yang bisa digunakan adalah AVG, AVIRA, NORTON, McAFee dll.Karena disebut juga sebagai perangkat lunak, maka sifatnya pun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh secara langsung manusia, maka software atau Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda namun  bisa untuk dioperasikan.


Refrensi:


B)            ISP (Internet Service Provider)

Internet Service Provider merupakan sebuah badan atau perusahaan yang menghubungkan komputer melalui saluran komunikasi ke server ISP yang telah terhubung ke Inteernet atau bisa dikatakan sebagai penyedia layanan jasa Internet. Perusahaan ISP terhubung ke Internet menggunakan jasa ISP lain, biasanya ISP Amerika, ISP Singapura, dan ISP hongkong. Jika anda ingin mengakses Internet dan terhubung dengan jaringan telepon melalui modem, maka anda dapat langsung mendaftar ke salah satu ISP (provider) yang ada di lokasi anda masing-masing atau skala nasional. Apabila anda berlangganan Internet dari ISP, maka anda akan mendapatkan user ID dan password serta nomor dial ISP tersebut pada saat mendaftar.
Biasanya, ISP menerapkan biaya bulanan kepada pelanggan. Hubungan ini biasanya dibagi menjadi dua kategori: modem ("dial-up") dan jalur lebar. Hubungan dial-up sekarang ini banyak ditawarkan secara gratis atau dengan harga murah dan membutuhkan penggunaan kabel telepon biasa. Hubungan jalur lebar dapat berupa ISDN, non-kabel, kabel modem, DSL, satelit. Broadband dibanding modem memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dan selalu "on", namun lebih mahal.

Refrensi:


C)            Jenis-Jenis Koneksi Internet

Tipe dengan menggunakan Kabel:

1. Dial-Up (Kecepatan Akses Internet-Dial Up melalui Jalur PSTN)
Dial-up melalui jalur PSTN (Public Switched Telephone Network) yaitu cara kita. terhubung ke ISP (Internet Service Provider) melalui jaringan telephone reguler (PSTN) contohnya adalah “Telkomnet Instan” dari ISP Telkom.
Dial-up Connection ini pada umumnya digunakan oleh pribadi-pribadi yang menginginkan untuk mengakses Internet dari rumah. Komputer yang digunakan untuk dial-up pada umunya adalah sebuah komputer tunggal (bukan jaringan komputer). Kecepatan akses internet menggunakan dial up dapat mencapai maksimal dengan kecepatan 56 kilo byte persecond (kbps).

2. ADSL (Kecepatan Akses Internet-ADSL)
ADSL ( Asymmetric Digital Subscriber Line ) merupakan koneksi internet broadband yang cepat dibandingkan dengan koneksi dial-up,GPRS,Atau CDMA, ADSL/DSL Memiliki kecepatan transfer besar karena menggunakan jalur pita yang lebar.
Teknologi ADSL Memberikan kecepatan transfer data yang berbeda antara proses pengiriman data ( upload ) dan penerimaan data ( download ),untuk meningkatkan keduanya maka digunakan istilah Asymmetric untuk teknologi ini ADSL Mampu mengirimkan data yang besar,yaitu sekitar 1,5 Mbps sampai 8 Mbps untuk downstream (dari sentral ke pelanggan) dan 16 Mbps sampai 640 Kbps untuk arah upstream (dari pelanggan ke sentral).

3. Akses Saluran ISDN(Integrated Service Digital     
 Network)
ISDN merupakan komunikasi melalui jaringan telepon yang dapat memisahkan aplikasi suara (data analog) dengan data nonsuara seperti teks, gambar, dan video (data digital) pada jaringan yang sama. ISDN dikembangkan pada jaringan telepon. Modem ISDN tidak mengubah data digital menjadi data analog atau sebaliknya seperti pada modem dial up (tidak ada proses modulasi dan demodulasi). Modem ISDN hanya memproses data digital antara komputer dengan jaringan ISDN. Kecepatan transfer data dengan layanan ini mencapai 128 kbps, lebih cepat bila dibandingkan dengan kecepatan koneksi dial up.

4. TV Kabel (Kecepatan Akses Internet)
Kelebihan mengakses internet dengan menggunakan jaringan TV kabel dapat mengakses internet setiap saat dan bebas dari gangguan telepon sibuk.
Jaringan TV kabel ini dapat dipakai untuk koneksi ke internet dengan kecepatan maksimum 27Mbps downstream (kecepatan download ke pengguna) dan 2,5Mbps upstream (kecepatan upload dari pengguna). Agar dapat menggunakan modem kabel, komputer harus dilengkapi dengan kartu ethernet (ethernet card).

Tipe koneks ke internet dengan Tanpa kabel (wireless):

1. GPRS (Kecepatan Akses Internet-GPRS)

GPRS memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan data dan suara pada saat alat komunikasi bergerak (mobile). Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), dan penelusuran (browsing) Internet. Layanan GPRS dipasang pada jenis ponsel tipe GSM dan IS-136, walaupun jaringaan GPRS saat ini terpisah dari GSM. Dalam teorinya GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, sehingga memungkinkan akses internet, pengiriman data multimedia ke komputer, notebook dan handheld computer.

2. 3G (Kecepatan Akses Internet-3G)
Jaringan 3G tidak merupakan upgrade dari 2G; operator 2G yang berafiliasi dengan 3GPP perlu untuk mengganti banyak komponen untuk bisa memberikan layanan 3G. Sedangkan operator 2G yang berafiliasi dengan teknologi 3GPP2 lebih mudah dalam upgrade ke 3G karena berbagai network element nya sudah didesain untuk ke arah layanan nirkabel pita lebar (broadband wireless). Jaringan Telepon Telekomunikasi selular telah meningkat menuju penggunaan layanan 3G dari 1999 hingga 2010. Jepang adalah negara pertama yang memperkenalkan 3G secara nasional dan transisi menuju 3G di Jepang sudah dicapai pada tahun 2006. Setelah itu Korea menjadi pengadopsi jaringan 3G pertama dan transisi telah dicapai pada awal tahun 2004, memimpin dunia dalam bidang telekomunikasi.

3. Wifi (Kecepatan Akses Internet-WiFi)

Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kepraktisan,tidak perlu repot memasang kabel network. Untuk masalah kecepatan tergantung sinyal yang diperoleh.

4. Akses Satelit

Satelite VSAT, Koneksi menggunakan satelite merupakan koneksi yang cukup cepat namun termahal. Koneksi ini kita harus menggunakan sebuah payung parabola khusus ] untuk menangkap signal satelit.- kecepatan dari 64 hingga 2mb, berlaku hanya di Indonesia ] international lebih dari 2mb.Biaya fix rate bulanan by speed for unlimited use.Lokasi ditentukan oleh ISP yang menyediakan fasilitas ini.

Refrensi:

#Pinternet Pengertian dan Sejarah Internet




Internet tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari pada zaman modern saat ini. Keseharian kita pun selalu berhubungan dengan perangkat elektronik yang saat ini menggunakan manfaat internet dalam pengoprasiannya. Internet memang diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Masyarakat Indonesia pun tak hanya menggunakan internet sebagai media untuk meringankan pekerjaan, tapi juga untuk hal lain seperti bergaul atau bahkan mencari penghasilan tambahan.

A. Pengertian Internet

Interconnection network (internet) adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung. Internet berasal dari bahasa latin "inter" yang berarti "antara". Internet merupakan jaringan yang terdiri dari milyaran komputer yang ada di seluruh dunia. Internet melibatkan berbagai jenis komputer serta topology jaringan yang berbeda.  Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan komputer ini menggunakan protokol yaitu  TCP (Transmission Control Protocol) bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data. Internet juga dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas yang mendunia, yang menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Internet sebagai sumber informasi tentang hal apapun tentu akan sangat membantu kehidupan masyarakat. Bagi mereka yang bekerja di bidang pendidikan, bidang literasi, atau bidang kesenian, bisa mencari berbagai informasi dari internet. Dalam hal pergaulan, internet juga punya peranan yang sangat besar. Banyaknya forum dan jejaring sosial saat ini yang bisa membantu siapa saja untuk menambah pergaulan. Ini juga merupakan salah satu manfaat internet bagi masyarakat. Manfaat jejaring sosial juga tak hanya menambah pergaulan, tapi juga mempererat pertemanan dan membuat kita berlatih untuk bersosialisasi lebih baik.

B.  Sejarah Internet


Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Mengubungkan komputer untuk tujuan militer dan riset.Secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

  •      Pada tahun 1966 Larry Roberts mengembangkan konsep jaringan komputer/ Kemudian beliau merencanakan jaringa yang disebut ARPANET yang dipublikasikan pada tahun 1967. Pada tahun 1969 ARPANET telah melibatkan empat buah komputer yang terkoneksi. Komputer pertama berada di university of California Los Angelos, komputer ke dua berada di Stanford Research Institute, komputer ketiga berada di University of California Barbara dan koputer ke emat berada di University Utah.
  •        Pada tahun 1971 jumlah komputer yang terhubung ke ARPANET mencapai 14 buah. Pada tahun ini pulalah protokol Telnet dan FTP berhasil dibangun. Pada tahun 1972 larry Roberts dan Bob Kahn mengenalkan ARPANET pada konferensi ICCC yang diselenggarakan di Washignton.
  •      Pada tahun 1972 Ray Tomliinson menulis program yang memungkinkan surat elektronik dikirimkan ke jaringan ARPNET. Beliaulah yang merancang konversi “user@host.” Pada tahun ini pula ARPANET menggunakan NCP untuk menstransfer data. Pada tahun yang sama ARPA beruah nama menjadi DARPA. Tambahan huruf D berasal dari kata Defense. Pada tahun ini ARPANET melakukan koneksi international yang pertama dengan University
  • ·         Pada tahun 1983 John Postel dan Paul Mockapetris dan Craig Partidge mengembangkan Domain Name System (DNS) dan mengusulka sistem pengamatan berbentuk user@host.cdomain. Pada tahun 1984 DNS diperkenalkan di internet dengan menyebutkan nama-nama jenis domain seperti . gov, .mil,.org, .net dan .com.
  • ·         Pada tahun 1986 TCP/IP mulai tersedia pada workstaiton dan PC. Tahun ini pula National Science Foundation mendanai NSFNET sebagai tulang punggung internet berkapasitas 56 kbps dan mengatur internet hanya ditujukan untuk kepentingan riset dan pemerintah yang bersifat tidak komersial.
  • ·         Pada tahun 1988 Internet Relay Chat disingkat IRC dibuat oleh Jarkko Oikarinen yang berguna untuk malakukan chatting secara online melalui komputer
  • ·         Pada tahun 1989 Australia, Jerman, Israel, Italia, Jepang, Mexico, Belanda, Selandia Baru dan Inggris bergabung ke internet. Jaringan bernama JUNET di Jepang mulai berhubungan dengan NSFnet.
  • ·         Pada tahun 1989, TIM Berners_lee periset dari inggris yang bekerja di CERN, Swiss, mengajukan konsep yang disebut sistem hypertext. Sistem ini mungkinkan melihat dikument secara melompat-lompat dan bisa berjalan dalam sistem operasi yang berbeda-beda. Konsep inilah yang disebut World Wide Web atau dikenal dengan nama Web.
  • ·         Pada tahun 1990 Departemen Pertahanan Amerika membubarkan ARPANET. Saat itu jaringan tersebut berkembang dari 4 buah host menjadi 300.000 host. Saat itu Singapura membangun jaringan TECHNET dan ikut bergabung di internet. Pada tahun ini pula beberapa perangkat lunak seperti Archie, Gopher dan WAIS mulai dipakai.
  • ·         Pada tahun 1990 World Wide Web (WWW) diluncurkan oleh CERN di Jenewa, Swis. Tim Berner Lee menciptakan Hypertext Markup Laungage atau disingkat html yang menggunakan URL untuk pengalamatan Web. HTML adalah suatu bahasa yang digunakan untuk menyusun tampialn WEB.
  • ·         Pada tahun 1991 tulang punggung NSFNET diperbaharui dengan kecepatan 44Mbps. Koneksi mencakup 100 negara dan melibatkan lebih dari 600.000 host dan kira-kira 5.000 jaringan. Namun, pada tahun ini NSF sebagai pendananya mencabut larangan komersial untuk internet sehingga membuka peluang perdagangan elektronis.
  • ·         Pada tahun 1992 jumlah jaringan sudah melampaui 7.500 buah dan jumlah komputer yang terkoneksi sebanyak 1.000.000. Saat itu, audio dan video mulai ada di internet.Pada tahun itu pula, Veronica, sebuah oerangkat pencarian teks, dikeluarkan di Universitas Nevada dan Mozaic lahir. Mozaic adalah browser yang pertama diciptakan. Software ini memadukan texts dan gambar. Penciptanya Marc Andresen dan Eric Bina. Salin itu, tercatat bahwa perusahaan Delphi di Amerika Serikat mulai membuka layanan internet kepada para pelanggannya.
  • ·         Pada Tahun 1994 Yahoo! yang kepanjangannya adalah Yet Another Hierarchical Officious Oracle didirikan oleh dua orang mahasiswa Universitas Stanford yaitu Jerry Yanf dan David Filo. Yahoo! terkenal sebagai portal yang menyediakan email gratis dan mesin pencari informasi.Pada tahun ini pula Amazon.com didirikan oleh Jeff Bezos.
  • ·         Pada tahun 1996 perusahaan komputer Dell mulai menjual komputer melalui internet. pembeli bisa memilih komputer dan perangkat keras yang sesuai dengan keinginan mereka sendiri.Itulah sejarah internet dan perkembangannya hingga sekarang internet menjadi alat komunikasi yang tak bisa ditinggalkan. Hampir semua perangkat saat ini memanfaatkan jaringan internet untuk kebutuhan komunikasi maupun update.

  • Daftar Pustaka:


Selasa, 15 Juli 2014

Kearifan Lokal

ILMU ALAMIAH DASAR


ISTIQOMAH (NPM:14513566)

1PA02
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA


Kearifan Lokal

Budaya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, dan dari Miangas sampai Pulau Rote menyimpan daya pikat masing-masing. Budaya-budaya itu menyatu dalam sanubari keindonesiaan yang sejatinya harus tertancap kuat dalam hidup dan kehidupan warga bangsanya. Tidak hanya kaya akan budaya seperti tari, alunan musik, kerajinan, pakaian, rumah adat, kuliner, bahkan hingga kearifan lokal (local wisdom).
Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai suatu sintesa budaya yang diciptakan oleh aktor-aktor lokal melalui proses yang berulangulang, melalui internalisasi dan interpretasi ajaran agama dan budaya yang disosialisasikan dalam bentuk norma-norma dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat. Kearifan lokal merupakan tata aturan tak tertulis yang menjadi acuan masyarakat yang meliputi seluruh aspek kehidupan, berupa:
1.      tata aturan yang menyangkut hubungan antar sesama manusia, misalnya dalam interaksi sosial baik antar individu maupun kelompok, yang berkaitan dengan hirarkhi dalam kepemerintahan dan adat, aturan perkawinan antar klan, tata krama dalam kehidupan sehari-hari;
2.      tata aturan menyangkut hubungan manusia dengan alam, binatang, tumbuh-tumbuhan yang lebih bertujuan pada upaya konservasi alam, seperti di Maluku ada sasi darat dan sasi laut;
3.      tata aturan yang menyangkut hubungan manusia dengan yang gaib, misalnya Tuhan dan roh-roh gaib. Kearifan lokal dapat berupa adat istiadat, institusi, kata-kata bijak, pepatah (Jawa: parian, paribasan, bebasan dan saloka).
Dilihat dari keasliannya, kearifan lokal bisa dalam bentuk aslinya maupun dalam bentuk reka cipta ulang (institutional development) yaitu memperbaharui institusi-institusi lama yang pernah berfungsi dengan baik dan dalam upaya membangun tradisi, yaitu membangun seperangkat institusi adat-istiadat yang pernah berfungsi dengan baik dalam memenuhi kebutuhan sosial-politik tertentu pada suatu masa tertentu, yang terus menerus direvisi dan direkacipta ulang sesuai dengan perubahan kebutuhan sosial-politik dalam masyarakat. Perubahan ini harus dilakukan oleh masyarakat lokal itu sendiri, dengan melibatkan unsur pemerintah dan unsur non-pemerintah, dengan kombinasi pendekatan top-down dan bottom-up (Amri Marzali, 2005). Sebenarnya, hampir semua–kalau tidak bisa dikatakan seluruh– masyarakat memiliki kearifan lokal yang bersumber dari kebudayaan masing-masing. Misalnya, etnis Jawa–hampir secara umum–memiliki konsep untuk meredam konflik dengan jothaan atau neng-nengan [tidak bertegur sapa atau pantang berbicara dengan lawan konfliknya] (FranzMagnis-Suseno,1988); Etnis Melayu memiliki kebijakan lokal, kalau sudah makan bersama maka tidak ada perseteruan lagi; Etnis Dayak dengan rumah betang-nya; Etnis Minahasa dengan BKSAUA dan semboyan “torang samua basodara”; dan Etnis Ambon memiliki pela gandong. Namun ternyata tidak semua kearifan lokal itu fungsional sepanjang masa. Konflik berdarah yang menelan banyak korban di Ambon telah menjadi fakta sejarah bahwa kearifan lokal pela gandong sudah tidak fungsional lagi. Padahal dahulu pela gandong sangat dikagumi karena mampu mengatur kehidupan bersama, sekurang-kurangnya antara dua umat beragama (Muslim danKristiani). Dengan adanya institusi ini mereka dapat hidup harmonis, bahkan dapat berinteraksi dalam bentuk kerjasama dalam kehidupan sosial,kemasyarakat dan keagamaan. Namun kemudian di antara dua umat beragama itu terjadi konflik terbuka dengan intensitas yang tinggi dan berkepanjangan, sehingga banyak menelan korban jiwa dan harta benda. Banyak pakar yang berpendapat bahwa menghilangnya fungsi pela gandong karena intervensi Pemerintah, khususnya penerapan UU Nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa. Undang-undang yang sangat kental budaya Jawa Ini telah menghilangkan kekuasaan “raja negeri” (kepala desa tradisional). Padahal kelestarian adat lama, termasuk institusi pela gandong terletak di tangan “raja negeri”. Ciri-ciri lain dari undang-undang produk orde baru ini adalah “mengharamkan” perbedaan pendapat. Semua harus seragam sesuai dengan tuntutan dari pemerintah pusat. Menurut Nicola Frost (2004) sebagaimana dikutip Amri Marzali, undangundang ini menghilangkan kemampuan untuk mengkooptasi perbedaan yang sebelumnya hidup di dalam masyarakat Maluku. Padahal inti dari institusi pela gandong adalah pengakuan atas perbedaan dalam kesetaraan dengan cara membangun kerjasama yang positif. Institusi kerjasama ini, khususnya antara negeri Kristen dengan negeri islam yang telah menjadi kebanggaan dan ciri-ciri khas Maluku (Amri Marzali, 2005). Tentu saja, intervensi Pemerintah tersebut bukan satu-satunya faktor penyebab tidak fungsionalnya institusi pela gandong. Kedatangan transmigran tiga etnis – Buton, Bugis dan Makassar (BBM)–ke Ambon disinyalir menimbulkan ketidakseimbangan perjanjian antra dua negeri Muslim dan negeri Kristen
tersebut. Sementara konflik berdarah di Ambon tidak bisa diselesaikan dengan institusi yang pernah menjadi kebanggaan itu, sehingga mengundang inisiatif fihak pemerintah untuk
menyelesaikan konflik dengan jalan perdamaian. Namun perdamaian itu pun diragukan dapat menyelesaikian konflik. Karena setelah terjadi perdamaian, kekerasan masih kembali meletus. Secara alami kebijakan-kebijakan lokal pun muncul untuk mengatasi konflik, karena bagaimanapun juga ada saling ketergantungan sesama anggota masyarakat. Mereka yang terlibat kekerasan tetap saling membutuhkan. Mereka berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan cara saling membeli atau barter. Bahkan harta kekayaan yang tidak bisa bergerak atau tanah milik (property) pun dipertukarkan oleh mereka. Kebijakan lokal
seperti itu telah mengkondisikan mereka bisa hidup rukun kembali atau paling tidak, dapat
memperkecil kemungkinan terjadi kekerasan. Ini berarti masyarakat telah melakukan institutional development, yaitu memperbaharui institusi-institusi lama yang pernah berfungsi baik, bukan membangun lagi pela gandong seperti bentuk aslinya. Dengan kata lain masyarakat Ambon telah melakukan rekacipta pela-gandong yang baru, yang tepat guna untuk menjawab tantangan sosial-politik masa kini di Maluku (Amri Marzali, 2005).
Upaya-upaya menyelesaikan, meredam dan mengantisipasi terjadinya konflik atau dalam upaya memelihara kerukunan antarumat beragama dengan konservasi, revitalisasi dan rekacipta kearifan lokal ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Ambon saja, tetapi juga dilakukan oleh berbagai masyarakat di berbagai daerah. Sebagai bangsa yang memiliki banyak pengalaman tentang upaya pemeliharaan kemajemukan di bawah kebijaksanaan para pendiri bangsa baik berupa budaya maupun kearifan lokal, dewasa ini kebijakan pembangunan agama semakin banyak melibatkan masyarakat dan upaya revitalisasi kearifan lokal. Sehubungan dengan upaya konservasi, revitalisasi maupun rekacipta kearifan lokal, Harmoni nomor ini dengan tema “Kearifan Lokal sebagai Landasan Pembangunan Bangsa” menampilkan tulisan M. Ridwan Lubis, “Kebijakan Pembangunan Agama di Indonesia dalam Lintasan Sejarah”, Marwan Salahuddin, “Konservasi Budaya Lokal dalam Pembentukan Harmoni Sosial”, A. Syafi’i Mufid, “Revitalisasi Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan
Masyarakat”, M. Yusuf Asry, “Membedah Forum Kerukunan Umat Beragama: Studi tentang Konsistensi Organisasi dan Tugas FKUB Provinsi Sumatera Utara”, dan Haidlor Ali Ahmad, “Peranan FKUB Sulawesi Tengah dan FKUB Kabupaten Poso”. Selain tulisan tersebut, Harmoni menurunkan beberapa tulisan lainnya, yang ada relevansinya dengan tugas dan fungsi (tusi) Puslitbang Kehidupan Keagamaan. Artikel tersebut ditulis oleh Abd. Rahman Masud, “Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah, Two ofIndonesia’s Muslim Giants: Tension Within Intimacy (Harmony), Endang Turmudi, “Akar Konflik Etnik dan Agama di Thailand Selatan”. Selebihnya, beberapa artikel hasil penelitian dan telaah pustaka.
Sebagai penutup, Ketua Dewan Redaksi menginformasikan beberapa tambahan sebagaimana dianjurkan dalam panduan pengelolaan jurnal ilmiah yang dikeluarkan oleh Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) berupa (1) abstrak yang pada nomor sebelumnya hanya berbahasa Inggris saja, pada nomor ini ditambah abstrak berbahasa Indonesia; (2) Pedoman Penulisan Jurnal Harmoni.


Ruang Lingkup Kearifan Lokal

Kearifan lokal merupakan fenomena yang luas dan komprehensif. Cakupan kearifan lokal cukup banyak dan beragam sehingga sulit dibatasi oleh ruang. Kearifan tradisional dan kearifan kini berbeda dengan kearifan lokal. Kearifan lokal lebih menekankan pada tempat dan lokalitas dari kearifan tersebut sehingga tidak harus merupakan sebuah kearifan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kearifan lokal bisa merupakan kearifan yang belum lama muncul dalam suatu komunitas sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan alam dan interaksinya dengan masyarakat serta budaya lain. Oleh karena itu,
kearifan lokal tidak selalu bersifat tradisional karena dia dapat mencakup kearifan masa kini dan karena itu pula lebih luas maknanya daripada kearifan tradisional.
Untuk membedakan kearifan lokal yang baru saja muncul dengan kearifan lokal
yang sudah lama dikenal komunitas tersebut, dapat digunakan istilah: kearifan kini, kearifan baru, atau kearifan kontemporer. Kearifan tradisional dapat disebut kearifan dulu atau kearifan lama. Dilihat dari keasliannya, kearifan lokal bisa dalam bentuk aslinya maupun dalam bentuk reka cipta ulang (institutional). Esensi kemajuan yang dicapai berbagai bangsa tersebut menunjukkan bahwa pengembangan karakter suatu bangsa tidak dapat dilepaskan dari aspek budaya yang selaras dengan karakteristik masyarakat bangsa itu sendiri. Budaya yang digali dari kearifan lokal bukanlah penghambat kemajuan dalam era global, namun justru menjadi penyaring budaya dan kekuatan transformasional yang luar biasa dalam meraih kejayaan bangsa. Oleh karena itu, menggali nilai-nilai kearifan lokal merupakan upaya strategis dalam membangun karakter bangsa di era global. Kearifan lokal, dalam bahasa asing sering juga dikonsepsikan sebagai kebijaksanaan setempat (local wisdom) atau pengetahuan setempat (local knowledge) atau kecerdasan setempat (localgenious). Ketiganya merujuk pada bentuk pandangan hidup, ilmu pengetahuan, dan berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat setempat dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Konsepsi yang disebutkan terakhir adalah bahasan yang paling sering dijumpai dan dikupas saat ini.
Berdasarkan waktu pemunculan tersebut di atas, akan hadir kearifan dalam kategori yang beragam. Dalam hal ini terdapat dua jenis kearifan lokal, yaitu: (1) kearifan lokal klasik, lama, tradisional, dan; dan (2) kearifan lokal baru, masa kini, kontemporer. Dari sisi filosofi dasarnya, kearifan dapat dikategorikan dalam dua aspek, yaitu: (1) gagasan, pemikiran, akal budi yang bersifat abstrak; dan (2) kearifan lokal yang berupa hal-hal konkret, dapat dilihat. Kearifan lokal kategori gagasan mencakup: berbagai pengetahuan, pandangan, nilai serta praktik- praktik dari sebuah komunitas baik yang diperoleh dari generasi sebelumnya dari komunitas tersebut maupun yang didapat oleh komunitas tersebut di masa kini, yang tidak berasal dari generasi sebelumnya, tetapi dari berbagai pengalaman di masa kini, termasuk juga dari kontaknya dengan masyarakat atau budaya lain.
Kearifan lokal kategori hal konkret biasanya berupa benda-benda artefak, yang
menghiasi hidup manusia, dan bermakna simbolik. Di Indonesia, kearifan lokal jelas mempunyai makna positif karena kearifan selalu dimaknai secara baik atau positif. Pemilihan kata kearifan lokal disadari atau tidak merupakan sebuah strategi untuk membangun, menciptakan citra yang lebih baik mengenai pengetahuan lokal yang memang tidak selalu
orang lantas bersedia menghargai pengetahuan tradisional, pengetahuan lokal warisan nenek moyang dan kemudian bersedia bersusah payah memahaminya untuk bisa memperoleh berbagai kearifan yang ada dalam suatu komunitas, yang mungkin relevan untuk kehidupan manusia di masa kini dan di masa yang akan datang. Dalam setiap jengkal hidup manusia selalu ada kearifan lokal. Kearifan lokal dapat muncul pada: (1) pemikiran, (2) sikap, dan (3) perilaku. Ketiganya hampir dipisahkan. Jika ketiganya ada yang timpang, maka kearifan lokal tersebut semakin pudar. Dalam pemikiran, sering terdapat akhlak mulia, berbudi luhur, Tetapi kalau mobah mosik, solah bawa, tidak baik juga dianggap tidak arif, apalagi kalau tindakannya serba tidak terpuji. Apa saja dapat tercakup dalam kearifan lokal.
Paling tidak cakupan luas kearifan lokal dapat meliputi: (1) pemikiran, sikap, dan tindakan berbahasa, berolah seni, dan bersastra, misalnya karya-karya sastra yang bernuansa filsafat dan niti (wulang); (2) pemikiran, sikap, dan tindakan dalam berbagai artefak budaya, misalnya keris, candi, dekorasi, lukisan, dan sebagainya; dan (3) pemikiran, sikap, dan tindakan sosial bermasyarakat, seperti unggah- ungguh, sopan santun, dan udanegara. Secara garis besar, kearifan lokal terdiri dari hal-hal yang tidak kasat mata (intangible) dan hal-hal yang kasat mata (tangible). Kearifan yang tidak kasat mata berupa gagasan mulia untuk membangun diri, menyiapkan hidup lebih bijaksana, dan berkarakter mulia. Sebaliknya, kearifan yang berupa hal-hal fisik dan simbolik patut ditafsirkan kembali agar mudah diimplementasikan ke dalam kehidupan. Dilihat dari jenisnya, local wisdom dapat diklasifikasikan menjadi lima kategori, yaitu makanan, pengobatan, teknik produksi, industri rumah tangga, dan pakaian. Klasifikasi ini tentu saja tidak tepat sebab masih banyak hal lain yang mungkin jauh lebih penting. Oleh sebab itu, kearifan lokal tidak dapat dibatasi atau dikotak-kotak. Kategorisasi lebih kompleks dikemukakan Wagiran (2010) yang meliputi pertanian, kerajinan tangan, pengobatan herbal, pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, perdagangan, seni budaya, bahasa daerah, philosophi, agama dan budaya serta makanan tradisional.













Contoh Kearifan Lokal
Kearifan lokal adalah warisan masa lalu yang berasal dari leluhur, yang tidak hanya terdapat dalam sastra tradisional (sastra lisan atau sastra tulis) sebagai refleksi masyarakat penuturnya, tetapi terdapat dalam berbagai bidang kehidupan nyata, seperti filosofi dan pandangan hidup, kesehatan, dan arsitektur. Dalam dialektika hidup-mati (sesuatu yang hidup akan mati), tanpa pelestarian dan revitalisasi, kearifan lokal pun suatu saat akan mati. Bisa jadi, nasib kearifan lokal mirip pusaka warisan leluhur, yang setelah sekian generasi akan lapuk dimakan rayap. Sekarang pun tanda pelapukan kearifan lokal makin kuat terbaca. Kearifan lokal acap kali terkalahkan oleh sikap masyarakat yang makin pragmatis, yang akhirnya lebih berpihak pada tekanan dan kebutuhan ekonomi. Sebagai contoh, di salah satu wilayah hutan di Jawa Barat, mitos pengeramatan hutan yang sesungguhnya bertujuan melestarikan hutan/alam telah kehilangan tuahnya sehingga masyarakat sekitar dengan masa bodoh membabat dan mengubahnya menjadi lahan untuk berkebun sayur (Kompas, 23  April 2011). Ungkapan Jawa tradisional mangan ora mangan waton kumpul (‘biar tidak makan yang penting berkumpul [dengan keluarga]’) sekarang pun makin kehilangan maknanya: banyak perempuan di pedesaan yang berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk bekerja di mancanegara dengan risiko terpisah dari keluarga daripada hidup menanggung kemiskinan dan kelaparan.
     Kearifan lokal hanya akan abadi kalau kearifan lokal terimplementasikan dalam kehidupan konkret sehari-hari sehingga mampu merespons dan menjawab arus zaman yang telah berubah. Kearifan lokal juga harus terimplementasikan dalam kebijakan negara, misalnya dengan menerapkan kebijakan ekonomi yang berasaskan gotong royong dan kekeluargaan sebagai salah satu wujud kearifan lokal kita. Untuk mencapai itu, perlu implementasi ideologi negara (yakni Pancasila) dalam berbagai kebijakan negara. Dengan demikian, kearifan lokal akan efektif berfungsi sebagai senjata—tidak sekadar pusaka—yang membekali masyarakatnya dalam merespons dan menjawab arus zaman.
     Revitalisasi kearifan lokal dalam merespons berbagai persoalan akut bangsa dan negara ini, seperti korupsi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial hanya akan berjalan dengan dukungan kebijakan negara dan keteladanan. Tanpa itu, kearifan lokal hanya merupakan aksesori budaya yang tidak bermakna. Kearifan lokal di banyak daerah pada umumnya mengajarkan budaya malu (jika berbuat salah). Akan tetapi, dalam realitas sekarang, budaya malu itu telah luntur. Peraturan yang ada pun kadang-kadang memberi peluang kepada seorang terpidana atau bekas terpidana untuk menduduki jabatan publik. Jadi, budaya malu sebagai bagian dari kearifan lokal semestinya dapat direvitalisasi untuk memerangi korupsi, apalagi dalam agama pun dikenal konsep halal—haram (uang yang diperoleh dari korupsi adalah haram).
     Di antara berbagai penggerusan kearifan lokal saat ini, di sisi lain kita masih menyaksikan pemanfaatan kearifan lokal, misalnya di dunia medis terjadi pengembangan obat herbal yang merupakan warisan leluhur di bidang medis yang kemudian disempurnakan dengan standar farmakologi yang berlaku. Jadi, itu adalah salah satu wujud kearifan lokal yang telah memperoleh revitalisasi dalam masyarakat.
     Di tengah derasnya arus investasi asing di bidang kuliner yang merambah ke negeri ini (seperti Kentucky Fried Chicken, Mc Donald, dan Pizza Hut), kita masih dapat menyaksikan menu kuliner lokal (masakan Sunda, Padang, dan Yogya) tetap  eksis dan sebagian hadir dalam tata kelola restoran modern. Itu adalah revitalisasi kearifan lokal di bidang kuliner.
     Sementara itu, gotong royong sebagai wujud kearifan lokal kita tampaknya belum terimplementasikan dalam perekonomian nasional yang makin didominasi oleh asing dan perusahaan multinasional dengan semangat neoliberalisme dan neokapitalisme. Perekonomian nasional yang berpijak dan tumbuh dari rakyat setidaknya mencerminkan identitas dan nasionalisme kita. Ketergantungan ekonomi pada asing akan menyebabkan kita dengan mudah didikte oleh kekuatan ekonomi dan politik asing dan hal itu akan mencederai kedaulatan kita sebagai bangsa.




DAFTAR PUSTAKA





www.etnomusikologiusu.com/artikel-kearifan-lokal.html