Rabu, 09 Oktober 2013

CINTA KASIH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Pengertian Cinta Dan Kasih Sayang

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut. Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk.
Kasih Sayang adalah Rasa yang timbul dalam diri hati yang tulus untuk mencintai, menyayangi, serta memberikan kebahagian kepada orang lain , atau siapapun yang dicintainya. Kasih sayang diungkapkan bukan hanya kepada kekasih tetapi kasih kepada Allah, Orang Tua, keluarga, Teman, serta makhluk Lain yang Hidup dibumi ini. Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang

.
Macam-Macam Cinta dan Cara Mewujudkannya


1.      Cinta Kepada Tuhan
Manusia diciptakan oleh Tuhan. Tuhan menciptakan manusia di dunia karena ada tujuannya. Yaitu untuk menjaga bumi dan bersosialisasi dengan makhluk sesama. Tuhan selalu memberikan cintanya pada manusia. Tentunya kita harus rajin beribadah kepada tuhan, mentaati perintahnya dan menjauhi larangannya sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan.
2.      Cinta Kepada Rasul
Rasullulah adalah suri tauladan yang patut dicontoh oleh setiap manusia. Rasullulah selalu memberikan kasih sayangnya kepada umatnya. Bentuk cinta kita pada Rasullulah Dapat dilandasi dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu sidiq, tablig, amanah, dan fatonah.

3.      Cinta Kepada Diri Sendiri
Kita harus mengetahui atau mengenali secara mendalam tentang diri kita sendiri. Manusia harus mengutamakan diri sendiri sebelum mengurus masalah orang lain. Kita dapat mengurus diri kita secara baik sehingga kebutuhan rohani dan jasmani kita dapat tercapai.

4.      Cinta Kepada Sesama Manusia
Manusia adalah “Makhluk Sosial” yang artinya Manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia saling meberikan cinta dan kasih sayang terhadap sesama.  Perbuatan baik itu Dapat dilakukan dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja bakti, dll.

5.      Cinta Keibuan
Seorang manusia pasti lahir dari Seorang Ibu. Ibu mengandung kita selama 9bulan. lalu setelah kita lahir, ibu mengurus dan merawat kita hingga kita dapat merawat diri sendiri. Cinta dan Kasih Sayang Ibu itu tulus. Kita pun harus mewujudkan Cinta pada Ibu dengan cara memberikan kasih sayang, perhatian serta cinta tulus kepada seorang Ibu.




6.      Cinta Erotis
dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan bisa berakhir dengan sebuah perceraian. Mewujudkannya dapat dilakukan apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma yang ada.


Hubungan Antara Cinta Kasih dan Kehidupan Manusia
Cinta dan Kasih mengandung arti yang hampir sama. tetapi antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.Namun yang jelas, Cinta Kasih sangat berpengaruh di dalam kehidupanb manusia.
Manusia adalah makhluk sosial, dan tidak dapat hidup sendiri. Artinya manusia tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan dari orang lan. Oleh karena itulah manusia dan cinta kasih kepada kehidupan manusia sangat di perlukan.Agar suasana lingkungan sekitar kita tinggal terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun dan damai tanpa adanya perseteruan antara dua orang atau pun diantara ras. Cinta kasih kepada manusia dapat diartikan banyak hal seperti contohnya seorang anak yang mencintai ibu dan bapaknya, seorang suami yang mencintai istrinya.
Di dalam kehidupan, manusia tidak lepas dari cintah kasih antara sesama manusia. seperti contohnya, seorang sahabat yang selalu menemani disetiap saat dan rasa simpati dan empati muncul karena adanya cinta kasuh antara sesama manusia.
Manusia tanpa cinta kasih bagaikan manusia tanpa perasaan dan akan membuat manusia itu  tidak perduli dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Manusia dan cinta kasih tidak dapat di pisahkan karena sesuatu hal yang penting.


Contoh Cinta Kasih di dalam Kehidupan Manusia 

Cinta dan Kasih Sayang Orang Tua sangat tulus dan mendalam. Seorang anak dididik dan dibesarkan oleh Ayah dan Ibu. Kedua orang Tua mempunyai peran penting dalam mendidik, mengasuh serta membesarkan anak sehingga anak itu dapat tumbuh dewasa sesuai yang diterapkan orang tua di dalam kehidupannya.  Terlebih lagi seorang Ibu, Ibu mengandung anak selama 9bulan lalu ketika anak itu lahir, seorang Ibu menyusui anak dengan ikhlas. Membesarkan & mendidik juga tugas utama dari seorang Ibu. Orang tua selalu meberikan cinta kasih nya pada anak dengan tulus dan tidak mengharapkan balasan apapun.
Contohnya: Ada seorang anak yang melakukan kesalahan dengan memakai Narkoba. Namun orang tua tetap menerima Sang anak walaupun anak itu terjerat kasus hukum. Orang Tua juga selalu mendoakan sang anak setiap waktu, mebimbingnya untuk jadi pribadi yang lebih baik dan tetap memberikan cinta kasih kepada anak tersebut dengan tulus walaupun Sang anak melakukan kesalahan. Itulah bukti bahwa Cinta dan Kasih Sayang Orang Tua itu sepanjang masa dan tidak mengharapkan balasan. Maka dari itu, Kita harus selalu menginggat kasih sayang tanpa syarat yang Orang Tua berikan pada kita.

Kesimpulan

Dari pembahasan ini dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang. Karena Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup tanpa CintaKasih. Hidupun akan terasa indah apabila selalu saling memberi kasih dan saling menyayangi tanpa memandang perbedaan. makna dari kasih sayang tersebut ialah selalu berbuat yang terbaik baik itu hubungan antara kita dengan Tuhan, Manusia, alam dan Makhluk hidup lainnya didunia ini.
















Sumber:

KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

Kesusastraan dapat diartikan sebagai sebuah karya yang memiliki arti dan keindahan sendiri. Menurut asal-usul kata kesusastraan berarti karangan yang indah. Kesusastraan biasanya dihubungkan dengan Sastra dan Seni. Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Satra erat kaitannya dengan Budaya. Karena Sastra juga merupakan hasil dari budaya. Di setiap jaman, Sastra memegang peran penting dalam budaya. Karena sastra menpergunakan bahasa, dan bahasa mempermudahkan komunikasi. Menurut bahasa yang digunakan dalam menciptakan sastra, kesusastraan dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.      Sastra Lisan (Oral) adalah karangan yang diwujudkan dalam bahasa lisan, sastra lisan berkembang dari mulut kemulut. Dari satu generasi ke generasi berikutnya
2.      Sastra Tertulis adalah karangan yang diwujudkan dalam bahasa tulisan. Kesusastraan tertulis dibagi menjadi 2, yakni :
·         Kesusastraan Umum adalah karangan dalam bahasa tulisan yang tidak megandung segi-segi keindahan. Kesusastraan umum meliputi : Buku Ilmu pengetahuan, Selebaran, Buku Udang-Undang, dsb.
·         Kesusastraan Khusus adalah karangan yag mengutamakan segi keindahan bahsanya disamping kebaikan isinya.
Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian Sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.


Imu Budaya Dasar sangat berkaitan dengan Budaya di dalam keseharian masyarakat. Konsep ilmu budaya dasar dalam kesusastraan sangat memegang peranan penting karena Seni adalah cerminan dari nilai-nilai budaya yang terkandung didalam masyarakat. Karena pada dasarnya seni merupakan penjabaran abstraksi. Hubungan sastra dan seni dengan ilmu budaya dasar adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu manusia. sama-sama mempelajari hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi yang beraneka ragam macamnya.  
Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) berasal dari bahasa latin yang di sebut dengan “humanus”, yang memiliki arti manusiawi, berbudaya, dan halus. Pada umumnya, humanities mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya (sejarah, sastra, dll), maka dari itu humanities menjadi ilmu kemanusiaan dan kebudayaan.
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.



Ilmu Budaya Dasar Yang Di Hubungkan Dengan Puisi
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan hasil curahan isi hati,pemikiran atau penghayatan penyair yang dapat membawa orang lain ke dalam keadaan hati sang penyair. Dalam puisi akan dijumpai dua proses yang disebut Proses konsentrasi dan proses intensifikasi. Proses konsentrasi yakni proses pemusatan terhadap suatu focus suasana dan masalah, sedang  Proses intensifikasi adalah proses  pendalaman terhadap suasana dan masalah tersebut. Unsur-unsur struktur puisi berusaha membantu tercapainya kedua proses itu. Inilah hakekat puisi, yang kurang terlihat dalam proses bentuk sastra lainnya. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan pokok pembahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.

*contoh puisi:
Karawang-Bekasi
Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak “merdeka” dan angkat senjata lagi,
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
Terbayang kami maju dan berdegak hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa
Memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai-nilai tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskanlah jiwa kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang dan Bekasi



*Pembahasan Puisi :
Puisi yang berjudul Karawang-Bekasi karangan Chairi Anwar berisi tentang perjuangan Pahlawan yang telah gugur.  Chairil Anwar menulis tentang kejadian yang ia lihat sendiri. Dia melihat berbagai kejadian sepanjang sungai Bekasi dan sepanjang jalan antara Karawang-Bekasi, di mana ribuan anak-anak muda tewas silih berganti. Chairil selalu terbayang dengan laskar-laskar pemuda yang melayang terpelanting jatuh, di lumpur-lumpur, di rawa-rawa, di atas jembatan dan di benteng-benteng sepanjang sungai, dan kemudian mati. Puisi ini bercerita mengenai kesedihan serta harapan  para pahlawan yang gugur. Puisi Karawang-Bekasi ini cukup mewakili keadaan yang terjadi pada masa itu, di saat serdadu Belanda berusaha untuk menguasai Negara Indonesia kembali setelah kemerdekaan diperoleh dari tangan Jepang. Di saat perang terjadi di mana-mana, di Surabaya, Bandung, Semarang, dan lain-lain. Puisi tersebut berfungsi untuk mengenang jasa para pahlawan kita dan memberi pesan kepada kita agar kita meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah gugur untuk terus membuat Bangsa Indonesia  lebih baik.
Tentunya, puisi karangan Chairil Anwar ini merupakan Puisi yang sangat mendidik dan mempunyai pesan moral yang baik karena mempunyai isi yang sangat berarti. Puisi ini dapat menggugah bagi siapa saja yang membacanya. Karena kita dapat mengingat kembali perjuangan para Pahlawan dan tentunya Puisi ini memberikan motivasi untuk meneruskan perjuangan para Pahlawan utuk membuat Indonesia lebih baik.
Jadi, Suatu karya Sastra harus dilihat secara keseluruhan, mulai dari tema, amanat, struktur dan nilai-nilai yang terkandung di dalam  karya sastra itu. Dapat disimpulkan bahwa “kesusastraan” merupakan pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia melalui bahasa sebagai medium dan punya efek yang positif terhadap kehidupan kemanusiaan. Karena itulah, Ilmu Budaya dasar mengajarkan pembelajaran mengenai konsep-konsep kehidupan dan budaya manusia.
Sumber:

HAKIKAT MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

HAKIKAT MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia dapat di definisikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani maupun kebudayaan. Manusia merupakan Makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna diantara makhluk Tuhan yang lainnya. Manusia dikatakan sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna dikarenakan manusia mempunyai akal pikiran, yang dapat di gunakan untuk bertindak sesuai dengan etika dan norma yang berlaku dimasyarakat serta mampu berkomitmen dengan nilai-nilai yang ada. Manusia juga disebut sebagai “makhluk sosial” yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri melainkan hidup saling berdamingan antara individu satu dengan individu lainnya. Manusia adalah Makhluk yang saling berinteraksi, bersosialisasi dan berbudaya.
Budaya yang tercipta  merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di dunia ini. Semua orang memiliki kebudayaannya masing-masing dan berbeda-beda. Sopan santun adalah salah satu bagian dari ilmu budaya dasar yang umum dilakukan oleh manusia didalam kehidupan. Hubungan antara manusia dengan kebudayaan dapat dilihat dari kedudukan manusia terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan kebudayaan :
v   Penganut Kebudayaan
v   Pembawa Kebudayaan
v   Manipulator Kebudayaan
v   Pencipta Kebudayaan.
Dari proses sosial maka manusia memperoleh beberapa karakteristik yang mempengaruhi perilakunya. Dapat diklasifikasikan dalam tiga komponen, yaitu:
a.       Komponen afektif merupakan aspek emosional dari faktor sosiopsikologis.
b.      Komponen kognitif adalah aspek intelektual, yang berkaitan dengan apa yang diketahui oleh manusia.
c.       Komponen konatif adalah aspek yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.


HAKIKAT MANUSIA


Hakikat manusia adalah peran atau fungsi yang harus dijalankan oleh setiap manusia. Dapat di katakan bahwa yang dimaksud dengan hakikat manusia adalah dasar atau kenyataan dari manusia itu sendiri, yaitu :
·        Makhluk  yang mempunyai Jiwa yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan Hidup.
·        Makhluk Tuhan yang paling sempurna. Karena mempunyai akal pikiran. Yang mampu menciptakan berbagai hal, contohnya yaitu teknologi dan dapat membuat dunia lebih baik.
·        Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
·        Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas.
·        Makhluk  yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan  martabat kemanusisannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Perkembangan merupakan suatu proses sosialisasi dalam bentuk irnitasi yang berlangsung dengan adaptasi (penyesuaian) dan seleksi.



KEBUDAYAAN

Kebudayaan erat kaitannya dengan masyarakat.
Kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat,bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni. Bahasa dan budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh yang bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya yang menentukan perilaku komunikatif manusia.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia  menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai berikut:
§  Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
§  Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
§  Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia.
§  Sebagai pembeda antar manusia dan makhluk lain
§  Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.


HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia sangat erat Hubungannya dengan Kebudayaan. Karena Kebudayaan tercipta di sebabkan adanya manusia. Manusia sebagai ‘Makhluk Sosial’ sering melakukan kebiasaan-kebiasaan dalam kelompok/daerah yang ditinggali. Kebiasaan yang sering dilakukan merupakan hasil pemikiran/akal dari manusia. Karena sering dilakukan, Kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi sebuah Budaya dan di lestarikan turun-temurun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.
Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai tanggung jawab untuk mengelola bumi. Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, tekhnologi,  dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi.
Setiap daerah memiliki Kebudayaan yang beraneka macam dan berbeda dengan daerah lainnya. Oleh sebab itu, Kebudayaan yang baik harus selalu kita jaga keberadaannya. Karena Manusia dan Kebudayaan merupakan hal yang tak dapat dipisahkan.






Sumber: