#PINTERNET Dampak Positif dan Negatif
Penggunaaan Internet
Perkembangan dunia teknologi pencari pada era modern sangat pesat terutama pada perkembangan dunia internet. Internet saat ini merupakan sebuah media yang banyak bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam dunia informasi. Hampir di seluruh bidang seperti bidang pendidikan, industri, usaha, dan lain-lain menggunakan sarana internet untuk keperluan dalam bekerja. Salah satu sarana internet yang paling sering digunakan oleh para pengguna internet di seluruh dunia adalah Search Engine atau mesin pencari informasi. Dengan teknologi pencari pengguna mendapatkan semua yang diinginkan, seperti berita, gambar, peta dan informasi lainnya. Kemudahan yang diperoleh dalam menggunakan teknologi pencari akan memberikan dampak positif maupun negatif bagi pengguna internet. Internet memberikan manfaat yang begitu besar tetapi di lain pihak internet menjadi suatu media informasi yang tidak mudah untuk di batasi. Berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan bercampur menjadi satu di mana untuk mengaksesnya hanya perlu satu sentuhan jari saja.
A. Dampak Positive Penggunaan
Internet
Banyak manfaat yang
diperoleh manusia akibat perkembangan teknologi digital ini. Hal ini sesuai
dengan penciptaan teknologi yang bertujuan untuk mempermudah manusia. AC
Nielsen telah melakukan riset terhadap pengguna internet di Indonesia, dari
riset tersebut ditemukan bahwa penggunaan internet untuk email, mayoritas
responden (76%) mengakses internet setiap hari. Adapun untuk instant messaging,
55% responden mengatakan mengakses internet setiap hari. Selain itu, 28%
responden Indonesia juga membaca blog setiap harinya, sedangkan untuk chatting,
34% responden Indonesia mengakses internet setiap hari (AC Nielsen, 2005).
1.
Untuk
sarana berkomunikasi
Jumlah
pengguna internet di Indonesiaberdasarkan data dari Google.com/adplannerper Mei
2010 telah mencapai 38 juta orang.Untuk di kawasan Asia, Indonesia masuk dalam5
besar pengguna Internet terbanyak bersama dengan China, Jepang, India dan Korea
Selatan.
Internet sebagai media komunikasi,
merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna
internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia. Media
pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide
web– jaringan situs-situs web) para pengguna internet diseluruh dunia dapat
saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
2.
Memudahkan
Belanja, Bertransaksi dan Berbisnis
Dengan adanya E-commerce memudahkan
kita untuk berbelanja tanpa harus mendatangi tempat jual beli barang yang kita
inginkan. Internet tidak hanya untuk mencari data atau informasi yang dicari
saja, tetapi dapat digunakan sebagai tempat berjualan barang dan jasa. Telah
tersedia pembayaran kartu kredit dalam internet (E-Banking) sehingga konsumen
tidak perlu pusing-pusing untuk membayar di kassa, tentu hal ini sangat berguna
bagi para wanita karir yang tidak mempunyai waktu untuk berbelanja keluar
rumah.
Terus meningkatnya jumlah pengguna
internet di Indonesia merupakan hal yang potensial bagi para pemasar untuk
memperluas aktivitas pemasarannya di dunia internet. Internet memberikan banyak
manfaat bagi pemasaran, salah satunya adalah efisiensi biaya dan waktu dalam
distribusi informasi dan penjualan produk melalui internet dengan jangkauan
konsumen yang lebih luas.
3.
Bermanfaat
dalam bidang Pendidikan
Menurut
Rahardjo (2002) sebagaimana dikutip di situs depdiknas, bahwa manfaat internet bagi
pendidikan adalah dapat menjadi akses kepada sumber informasi, akses kepada
nara sumber, dansebagai media kerjasama (pustekkom.depdiknas.go.id). Sehingga
penggunaan internet yang intensif dan tepat guna akan mempunyai korelasi yang
signifikan terhadap prestasi belajar. Menurut Surya (2006)bahwa Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) akan memberikan peluang berkembangnya kreativitas
dan kemandirian belajar siswa.
Dampak
yang sedemikian luas tersebut telah memberikan warna atau wajah barudalam
sistem pendidikan dunia, yang dikenal dengan berbagai istilah e-learning,
distancelearning, online learning, web based learning, computer-based learning,
dan virtualclass room, dimana semua terminologi tersebut mengacu pada
pengertian yang samayakni pendidikan berbasis teknologi informasi
Pesatnya
perkembangan teknologi informasi, khususnya internet memungkinkanpengembangan
layanan informasi yang lebih baik dalam institusi pendidikan. Dilingkungan
perguruan tinggi, pemanfaatan teknologi informasi diwujudkan dalam suatusistem
yang disebut electronic university (e-university). Pengembangan e-university bertujuan
untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggidapat
memberi layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik di
dalammaupun di luar perguruan tinggi tersebut melalui internet.
4.
Meningkatkan
Kemampuan Kognitif
Selama
periode perkembangan yang cepat terkait dengan masa kanak-kanak, penggunaan
Internet merangsang kognitif dan perkembangan psikososial (Johnson, 2006;
Young, 2007). Temuan menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan internet
lebih memiliki skor yang lebih tinggi pada tes standar prestasi membaca dan
kelas yang lebih tinggi titik rata-rata 6 bulan, 1 tahun, dan 16 bulan kemudian
daripada anak-anak yang menggunakan internet kurang "(hal. 429). Dari
perspektif perkembangan, penggunaan Internet merangsang proses kognitif yang
terlibat dalam menafsirkan teks dan gambar (Johnson, 2006).
B.
Dampak
Negative Penggunaan Internet
1.
Hubungan
Antisosial
Karena penggunaan Internet di kalangan
remaja telah berkembang pesat dalam 10 tahun terakhir (Becker, 2000), sehingga
memiliki keprihatinan atas efeknya pada kesejahteraan psikologis mereka. Lebih
dari 1.000 orang tua AS yang disurvei pada tahun 1999, hampir dua-pertiga
mengungkapkan keprihatinan bahwa "on-line terlalu sering dapat menyebabkan
anak-anak menjadi terisolasi dari orang lain", sedangkan 40% mendukung
keyakinan bahwa " anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di
Internet mengembangkan perilaku antisosial" (Turow, 1999).
Sebuah studi dua tahun mencatat bahwa,
meskipun penggunaan Internet untuk tujuan sosial seperti, remaja yang
menghabiskan waktu online mengalami penurunan yang lebih besar dalam sosial dan
psikologis kesejahteraan selama mereka tahun pertama dengan akses ke Internet.
2.
Pornografi
Mudah untuk mendapatkan informasi di
internet. Begitupun dengan situs-situs pornigrafi. Hal ini harus di antisipasi
bagi orangtua yang tidak menginginkan anaknya menyalahgunakan dunia internet.
Situs atau homepage yang berbau pornografi sering kali terbuka ditengah iklan,
atau bahkan dicari dengan sengaja. Hal ini salah satu penyebab diadakan pemblokiran
situs pornografi di Indonesia.
3.
Penipuan
Penipuan dapat terjadi dimana saja dan
kapan saja, termasuk internet maraknya berkenalan dengan orang asing juga salah
satu hal yang dapat dijadikan modus, atau bahkan iklan yang berkedok hadian
jutaan miliyar. Hal yang patut kita lakukan adalah mengindahkan hal-hal yang
belum tau pusat informasinya. Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi
predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahuapakah seseorang
yang baru dikenal anakkita di internet, menggunakan jati diriyang sesungguhnya.
Refrensi:
Jaana Juvonen & Shelly L. Gable. (2002). Internet Use and Well-Being in Adolescence. Jurnal Masalah Sosial. 58 (1), 75-90.
Marie, J. (2010). Internet Use and Child Development. Journal of Educational & Developmental
Psychology. 10, 32
– 43.
Johnson, GM (2010). Penggunaan Internet dan
Perkembangan Anak. Educational Technology
& Society, 13 (1), 176-185.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar