Sabtu, 01 November 2014

#PINTERNET  Dampak Positif dan Negatif Penggunaaan Internet



  Perkembangan dunia teknologi pencari pada era modern sangat pesat terutama pada perkembangan dunia internet. Internet saat ini merupakan sebuah media yang banyak bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam dunia informasi. Hampir di seluruh bidang seperti bidang pendidikan, industri, usaha, dan lain-lain menggunakan sarana internet untuk keperluan dalam bekerja. Salah satu sarana internet yang paling sering digunakan oleh para pengguna internet di seluruh dunia adalah Search Engine atau mesin pencari informasi. Dengan teknologi pencari pengguna mendapatkan semua yang diinginkan, seperti berita, gambar, peta dan informasi lainnya. Kemudahan yang diperoleh dalam menggunakan teknologi pencari akan memberikan dampak positif maupun negatif bagi pengguna internet. Internet memberikan manfaat yang begitu besar tetapi di lain pihak internet menjadi suatu media informasi yang tidak mudah untuk di batasi. Berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan bercampur menjadi satu di mana untuk mengaksesnya hanya perlu satu sentuhan jari saja.




A.  Dampak Positive Penggunaan Internet

Banyak manfaat yang diperoleh manusia akibat perkembangan teknologi digital ini. Hal ini sesuai dengan penciptaan teknologi yang bertujuan untuk mempermudah manusia. AC Nielsen telah melakukan riset terhadap pengguna internet di Indonesia, dari riset tersebut ditemukan bahwa penggunaan internet untuk email, mayoritas responden (76%) mengakses internet setiap hari. Adapun untuk instant messaging, 55% responden mengatakan mengakses internet setiap hari. Selain itu, 28% responden Indonesia juga membaca blog setiap harinya, sedangkan untuk chatting, 34% responden Indonesia mengakses internet setiap hari (AC Nielsen, 2005).

1.     Untuk sarana berkomunikasi


Jumlah pengguna internet di Indonesiaberdasarkan data dari Google.com/adplannerper Mei 2010 telah mencapai 38 juta orang.Untuk di kawasan Asia, Indonesia masuk dalam5 besar pengguna Internet terbanyak bersama dengan China, Jepang, India dan Korea Selatan.
Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web– jaringan situs-situs web) para pengguna internet diseluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.


               




2.      Memudahkan Belanja, Bertransaksi dan Berbisnis


Dengan adanya E-commerce memudahkan kita untuk berbelanja tanpa harus mendatangi tempat jual beli barang yang kita inginkan. Internet tidak hanya untuk mencari data atau informasi yang dicari saja, tetapi dapat digunakan sebagai tempat berjualan barang dan jasa. Telah tersedia pembayaran kartu kredit dalam internet (E-Banking) sehingga konsumen tidak perlu pusing-pusing untuk membayar di kassa, tentu hal ini sangat berguna bagi para wanita karir yang tidak mempunyai waktu untuk berbelanja keluar rumah.
Terus meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia merupakan hal yang potensial bagi para pemasar untuk memperluas aktivitas pemasarannya di dunia internet. Internet memberikan banyak manfaat bagi pemasaran, salah satunya adalah efisiensi biaya dan waktu dalam distribusi informasi dan penjualan produk melalui internet dengan jangkauan konsumen yang lebih luas.


3.     Bermanfaat dalam bidang Pendidikan
Menurut Rahardjo (2002) sebagaimana dikutip di situs depdiknas, bahwa manfaat internet bagi pendidikan adalah dapat menjadi akses kepada sumber informasi, akses kepada nara sumber, dansebagai media kerjasama (pustekkom.depdiknas.go.id). Sehingga penggunaan internet yang intensif dan tepat guna akan mempunyai korelasi yang signifikan terhadap prestasi belajar. Menurut Surya (2006)bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan memberikan peluang berkembangnya kreativitas dan kemandirian belajar siswa.
Dampak yang sedemikian luas tersebut telah memberikan warna atau wajah barudalam sistem pendidikan dunia, yang dikenal dengan berbagai istilah e-learning, distancelearning, online learning, web based learning, computer-based learning, dan virtualclass room, dimana semua terminologi tersebut mengacu pada pengertian yang samayakni pendidikan berbasis teknologi informasi
Pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya internet memungkinkanpengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam institusi pendidikan. Dilingkungan perguruan tinggi, pemanfaatan teknologi informasi diwujudkan dalam suatusistem yang disebut electronic university (e-university). Pengembangan e-university bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggidapat memberi layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik di dalammaupun di luar perguruan tinggi tersebut melalui internet.


4.     Meningkatkan Kemampuan Kognitif
Selama periode perkembangan yang cepat terkait dengan masa kanak-kanak, penggunaan Internet merangsang kognitif dan perkembangan psikososial (Johnson, 2006; Young, 2007). Temuan menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan internet lebih memiliki skor yang lebih tinggi pada tes standar prestasi membaca dan kelas yang lebih tinggi titik rata-rata 6 bulan, 1 tahun, dan 16 bulan kemudian daripada anak-anak yang menggunakan internet kurang "(hal. 429). Dari perspektif perkembangan, penggunaan Internet merangsang proses kognitif yang terlibat dalam menafsirkan teks dan gambar (Johnson, 2006).

B.   Dampak Negative Penggunaan Internet

1.     Hubungan Antisosial

Karena penggunaan Internet di kalangan remaja telah berkembang pesat dalam 10 tahun terakhir (Becker, 2000), sehingga memiliki keprihatinan atas efeknya pada kesejahteraan psikologis mereka. Lebih dari 1.000 orang tua AS yang disurvei pada tahun 1999, hampir dua-pertiga mengungkapkan keprihatinan bahwa "on-line terlalu sering dapat menyebabkan anak-anak menjadi terisolasi dari orang lain", sedangkan 40% mendukung keyakinan bahwa " anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di Internet mengembangkan perilaku antisosial" (Turow, 1999).
Sebuah studi dua tahun mencatat bahwa, meskipun penggunaan Internet untuk tujuan sosial seperti, remaja yang menghabiskan waktu online mengalami penurunan yang lebih besar dalam sosial dan psikologis kesejahteraan selama mereka tahun pertama dengan akses ke Internet.

2.      Pornografi


Mudah untuk mendapatkan informasi di internet. Begitupun dengan situs-situs pornigrafi. Hal ini harus di antisipasi bagi orangtua yang tidak menginginkan anaknya menyalahgunakan dunia internet. Situs atau homepage yang berbau pornografi sering kali terbuka ditengah iklan, atau bahkan dicari dengan sengaja. Hal ini salah satu penyebab diadakan pemblokiran situs pornografi di Indonesia.







3.      Penipuan

Penipuan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, termasuk internet maraknya berkenalan dengan orang asing juga salah satu hal yang dapat dijadikan modus, atau bahkan iklan yang berkedok hadian jutaan miliyar. Hal yang patut kita lakukan adalah mengindahkan hal-hal yang belum tau pusat informasinya. Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahuapakah seseorang yang baru dikenal anakkita di internet, menggunakan jati diriyang sesungguhnya.



Refrensi:


Jaana Juvonen & Shelly L. Gable. (2002).  Internet Use and Well-Being in Adolescence. Jurnal Masalah Sosial. 58 (1),  75-90.

Marie, J. (2010). Internet Use and Child Development. Journal of Educational & Developmental Psychology. 10, 32 – 43.

Johnson, GM (2010). Penggunaan Internet dan Perkembangan Anak. Educational Technology & Society, 13 (1), 176-185.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar