Sabtu, 01 November 2014

#Pinternet INTERNET ADDICTION



Internet adalah sebuah alat baru yang berkembang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari seluruh Situs (Nalwa & Anand, 2003) dan penggunaan meningkat yang terutama di kalangan anak muda. Terlepas dari manfaat luas dari alat ini, psikolog dan pendidik telahmenya dari dampak negatif dari penggunaannya, terutama selama atau penyalahgunaan dan terkaitmasalah fisik dan psikologis (Greenfield, 2000). Salah satu yang paling umum dari masalah adalah kecanduan internet (Murali & George, 2007;. Shapira, Lessig, Goldsmith et al,2003; Young, 1998). Masalah ini adalah fenomena peningkatan mempengaruhi orang dengan berbagai frekuensi di seluruh dunia dan telah menghasilkan dampak negatif pada akademik,hubungan, keuangan, dan pekerjaan aspek banyak nyawa (Chou & Hsiao, 2000;Griffiths, 2000; Young, 1998). Kecanduan internet biasanya ditandai dengan psikomotoragitasi, kecemasan, keinginan (Ferraro, Caci, D'Amico et al., 2007), depresi, permusuhan,Pengalaman substansi (Ko, Yen, Chen et al, 2006;. Yen, Ko, Yen et al, 2007), keasyikan,kehilangan kontrol, penarikan, gangguan fungsi, mengurangi kemampuan pengambilan keputusan (Internasional Online Journal of Ilmu Pendidikan, 2011, 3 (1), 138-148 139 Yen, Chen et al., 2005), dan berselancar secara online konstan meskipun efek negatif pada sosial dan kesejahteraan psikologis.

Penggunaan internet dapat menggantikan waktu yang berharga bahwa orang-orang menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman-teman, yangmengarah ke lingkaran sosial yang lebih kecil dan tingkat yang lebih tinggi dari kesepian dan stres (Nie et al., 2002). Kesimpulan lain dari penggunaan yang berlebihan telah di dokumentasikan sebagai pengabaian akademik, pekerjaan,dan tanggung jawab domestik, gangguan hubungan, isolasi sosial, dan keuanganmasalah (Griffiths, 2000; McKenna & Bargh, 2000). Kecanduan internet juga dapat menyebabkan kecemasan dan stres (Egger & Rauterberg, 1996;Yu, 2001). Mereka yang menderita kecemasan dan stres sering memiliki banyak masalah berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang sehat, positif, dan bermakna.
Jenis kecanduan sebenarnya sangat umum. Kecanduan internet, seperti yang lain kecanduan, memiliki tanda-tanda dan gejala.

Tanda-tanda orang kecanduan:


1.      Mereka mengganti waktu tidur dengan menghabiskan lebih banyak waktu untuk on-line.
2.      Mengabaikan kegiatan penting lainnya seperti pekerjaan, keluarga dan teman-teman, atau bersosialisasi di umum untuk berselancar di Internet.





Kecanduan internet telah secara resmi diakui sebagai gangguan oleh Amerika Psychological Association. Menurut Dr Kimberly S. Young, asisten Guru Besar Psikologi, University of Pittsburgh di Bradford, orang  yang kecanduan adalah mereka yang kesepian, bosan, depresi, introvert, atau memiliki riwayat kecanduan. Studi menunjukkan bahwa terlalu sering menggunakan Internet dapat benar-benar menahan pengalaman remaja dalam kehidupan, kinerja mereka secara akademis, mempengaruhi kebahagiaan dan fisiologis kesejahteraan.

Jo Bryce (dalamTridhonanto, 2011) telah membuktikan bahwa para pemain game memiliki daya konsentrasi tinggi, menjadikan kecepatan mengetik seorang pemain semakin meningkat, mengendurkan ketegangan urat saraf apabila game digunakan sebagai tempat pelarian akan kepenatan.

Kecanduan Internet juga dapat terjadi pada perilaku interaksi di dunia maya. Orang-orang yang kecanduan dalam membuka situs-situs sosial seperti twitter, path, facebook, instagram, askFm, dll, cenderung akan membuka situs-situs tersebut seharian hanya untuk membalas atau mengetahui info-info terbaru dari jejaring sosial tersebut. Kecanduan ini tentu menganggu aktivitas yang seharusnya dapat dilakukan optimal dalam dunia nyata.

Fenomena kecanduan internet:

Aktivitas bermain game online yang dilakukan secara berlebihan  dapat membawa pengaruh negatif pada anak.


Dalam jurnal penelitian mengenai Adiksi Bermain Game Online pada anak usia sekolah di Jatinangor, diketahui bahwa dari 71 responden terdapat 62% yang adiksi bermain game online dan sebanyak 38% responden tidak mengalami adiksi bermain game online. Maka gambaran penelitian ini sebagian besar dari responden anak usia sekolah mengalami adiksi bermain game online di warung internet penyedia game online Jatinangor Sumedang. Bermain game cenderung membuatpikiran seorang pemain game untuk menjadikan aktivitas ini menjadi yang paling penting dalam hidupnya dan mendominasi pikiran, perasaan, dan perilakunyatermasuk pada anak usia sekolah.

          Jenis-Jenis Adiksi Internet

  Berikut ini adalah sub-sub tipe dari internet addiction menurut Kimberly S. Young,    et. al.    (2006):

·         Cybersexual Addiction
individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.

·         Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.

·         Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.

·         Information Overload
Information overload mengacu pada web surfing yang bersifat kompulsif.

·         Computer Addiction
Salah satu bentuk dari computer addiction adalah bermain game komputer yang bersifat obsesif.


Penanganan Adiksi Internet


Kegiatan dalam rangka pencegahan adiksi internet yang semakin meluas ini harus menyediakan dasar informasi yang kuat tentang adiksi, diskusi tentang tanda-tanda peringatan yang akan terjadi, penilaian sederhana tentang gejala adiksi internet termasuk game online, dan sumber daya baik dari lokal danberbasis web yang dapat dipertanggungjawabkan (Heino, et al., 2004 dalamCaldwell & Cunningham, 2010). Penanganan adiksi internet yang dapat dilakukan menurut Young (1999) adalah pemain menjaga sesi bermain singkat tetapi sering dan menerapkan jadwal yang nyata dalam bermain internet termasuk game seperti ini akan memberikanperasaan pemain berada dalam kontrol. Selain itu, pemain juga dapat melakukanaktivitas lain selain bermain game online. Dukungan kehidupan sosial pemain dikehidupan nyata juga sangat berpengaruh untuk penanganan adiksi internet.




Refrensi:

Kberlimy S. (1996). Internet Addiction. The Emargence of a New Clinical Disorde. 1 (3), 237-244.

Ferraro, G., Caci, B., & D'Amico, A., et al. (2007) gangguan kecanduan Internet. CyberPsychology & Behavior, 10, 170-175.
           
Sanditaria, W. (2011) Adiksi Bermain Game Online Pada Anak Usia Sekolah di Warung Internet Penyedia Game Online Jatinangor Sumedang.

            Caplan, SE. (2003). Preferensi untuk interaksi sosial online: Sebuah teori bermasalah
Penggunaan internet dan psikososial kesejahteraan. Penelitian Komunikasi, 30, 625-648.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar