Internet adalah sebuah alat baru yang
berkembang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari seluruh Situs
(Nalwa & Anand, 2003) dan penggunaan meningkat yang terutama di kalangan
anak muda. Terlepas dari manfaat luas dari alat ini, psikolog dan pendidik
telahmenya dari dampak negatif dari penggunaannya, terutama selama atau
penyalahgunaan dan terkaitmasalah fisik dan psikologis (Greenfield, 2000).
Salah satu yang paling umum dari masalah adalah kecanduan internet (Murali
& George, 2007;. Shapira, Lessig, Goldsmith et al,2003; Young, 1998).
Masalah ini adalah fenomena peningkatan mempengaruhi orang dengan berbagai frekuensi
di seluruh dunia dan telah menghasilkan dampak negatif pada akademik,hubungan,
keuangan, dan pekerjaan aspek banyak nyawa (Chou & Hsiao, 2000;Griffiths,
2000; Young, 1998). Kecanduan internet biasanya ditandai dengan
psikomotoragitasi, kecemasan, keinginan (Ferraro, Caci, D'Amico et al., 2007),
depresi, permusuhan,Pengalaman substansi (Ko, Yen, Chen et al, 2006;. Yen, Ko,
Yen et al, 2007), keasyikan,kehilangan kontrol, penarikan, gangguan fungsi,
mengurangi kemampuan pengambilan keputusan (Internasional Online Journal of
Ilmu Pendidikan, 2011, 3 (1), 138-148 139 Yen, Chen et al., 2005), dan
berselancar secara online konstan meskipun efek negatif pada sosial dan kesejahteraan
psikologis.
Penggunaan internet dapat
menggantikan waktu yang berharga bahwa orang-orang menghabiskan waktu dengan
keluarga dan teman-teman, yangmengarah ke lingkaran sosial yang lebih kecil dan
tingkat yang lebih tinggi dari kesepian dan stres (Nie et al., 2002). Kesimpulan
lain dari penggunaan yang berlebihan telah di dokumentasikan sebagai pengabaian
akademik, pekerjaan,dan tanggung jawab domestik, gangguan hubungan, isolasi
sosial, dan keuanganmasalah (Griffiths, 2000; McKenna & Bargh, 2000).
Kecanduan internet juga dapat menyebabkan kecemasan dan stres (Egger &
Rauterberg, 1996;Yu, 2001). Mereka yang menderita kecemasan dan stres sering memiliki
banyak masalah berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain dengan cara
yang sehat, positif, dan bermakna.
Jenis kecanduan sebenarnya sangat
umum. Kecanduan internet, seperti yang lain kecanduan, memiliki tanda-tanda dan
gejala.
Tanda-tanda orang kecanduan:
1. Mereka mengganti waktu tidur dengan menghabiskan
lebih banyak waktu untuk on-line.
2. Mengabaikan kegiatan penting lainnya
seperti pekerjaan, keluarga dan teman-teman, atau bersosialisasi di umum untuk
berselancar di Internet.
Kecanduan internet telah secara resmi
diakui sebagai gangguan oleh Amerika Psychological Association. Menurut Dr
Kimberly S. Young, asisten Guru Besar Psikologi, University of Pittsburgh di
Bradford, orang yang kecanduan adalah
mereka yang kesepian, bosan, depresi, introvert, atau memiliki riwayat kecanduan.
Studi menunjukkan bahwa terlalu sering menggunakan Internet dapat benar-benar
menahan pengalaman remaja dalam kehidupan, kinerja mereka secara akademis,
mempengaruhi kebahagiaan dan fisiologis kesejahteraan.
Jo Bryce (dalamTridhonanto, 2011)
telah membuktikan bahwa para pemain game memiliki daya konsentrasi tinggi,
menjadikan kecepatan mengetik seorang pemain semakin meningkat, mengendurkan
ketegangan urat saraf apabila game digunakan sebagai tempat pelarian akan
kepenatan.
Kecanduan Internet juga dapat terjadi
pada perilaku interaksi di dunia maya. Orang-orang yang kecanduan dalam membuka
situs-situs sosial seperti twitter, path, facebook, instagram, askFm, dll,
cenderung akan membuka situs-situs tersebut seharian hanya untuk membalas atau
mengetahui info-info terbaru dari jejaring sosial tersebut. Kecanduan ini tentu
menganggu aktivitas yang seharusnya dapat dilakukan optimal dalam dunia nyata.
Fenomena kecanduan
internet:
Aktivitas bermain game online yang dilakukan
secara berlebihan dapat membawa pengaruh
negatif pada anak.
Dalam jurnal penelitian mengenai
Adiksi Bermain Game Online pada anak usia sekolah di Jatinangor, diketahui
bahwa dari 71 responden terdapat 62% yang adiksi bermain game online dan
sebanyak 38% responden tidak mengalami adiksi bermain game online. Maka
gambaran penelitian ini sebagian besar dari responden anak usia sekolah
mengalami adiksi bermain game online di warung internet penyedia game online
Jatinangor Sumedang. Bermain game cenderung membuatpikiran seorang pemain game
untuk menjadikan aktivitas ini menjadi yang paling penting dalam hidupnya dan
mendominasi pikiran, perasaan, dan perilakunyatermasuk pada anak usia sekolah.
Jenis-Jenis
Adiksi Internet
Berikut ini adalah sub-sub tipe dari internet addiction
menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
·
Cybersexual Addiction
individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website
khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang
tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi
gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
·
Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang
senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi
kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi
terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam
perselingkuhan virtual.
·
Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya
perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
·
Information Overload
Information overload mengacu pada web
surfing yang bersifat kompulsif.
·
Computer Addiction
Salah satu bentuk dari computer addiction adalah bermain game
komputer yang bersifat obsesif.
Penanganan Adiksi
Internet
Kegiatan dalam rangka pencegahan
adiksi internet yang semakin meluas ini harus menyediakan dasar informasi yang
kuat tentang adiksi, diskusi tentang tanda-tanda peringatan yang akan terjadi,
penilaian sederhana tentang gejala adiksi internet termasuk game online, dan
sumber daya baik dari lokal danberbasis web yang dapat dipertanggungjawabkan
(Heino, et al., 2004 dalamCaldwell & Cunningham, 2010). Penanganan adiksi
internet yang dapat dilakukan menurut Young (1999) adalah pemain menjaga sesi
bermain singkat tetapi sering dan menerapkan jadwal yang nyata dalam bermain
internet termasuk game seperti ini akan memberikanperasaan pemain berada dalam
kontrol. Selain itu, pemain juga dapat melakukanaktivitas lain selain bermain
game online. Dukungan kehidupan sosial pemain dikehidupan nyata juga sangat
berpengaruh untuk penanganan adiksi internet.
Refrensi:
Kberlimy S. (1996).
Internet Addiction. The Emargence of a New
Clinical Disorde. 1 (3), 237-244.
Ferraro, G., Caci, B.,
& D'Amico, A., et al. (2007) gangguan kecanduan Internet. CyberPsychology
& Behavior, 10, 170-175.
Sanditaria, W. (2011)
Adiksi Bermain Game Online Pada Anak Usia Sekolah di Warung Internet Penyedia
Game Online Jatinangor Sumedang.
Caplan, SE. (2003). Preferensi untuk interaksi sosial online: Sebuah teori
bermasalah
Penggunaan internet dan
psikososial kesejahteraan. Penelitian Komunikasi, 30, 625-648.

.jpg)
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar